Vegetasi dan Ekologi

Berdasarkan hasil inventarisasi, vegetasi yang ada di KHDTK Undip Universitas Diponegoro merupakan hutan tanaman dengan komposisi vegetasi campur. Ditemukan sebanyak 114 jenis vegetasi di areal KHDTK Undip yang terdiri atas vegetasi tumbuhan berkayu sebanyak 55 jenis dan tumbuhan tidak berkayu sebanyak 59 jenis. Jenis tumbuhan berkayu yang mendominasi di kawasan KHDTK Undip yaitu jati (Tectona grandis), sonokeling (Dalbergia latifolia), melina (Gmelina arborea), mahoni (Swietenia macrophylla), gamal (Glirisidea sepium), sengon (Paraserianthes falcataria), akasia (Acacia auriculiformis), lamtoro (Leucaena leucocephala), dan johar (Cassia siamea). Menurut Perum Perhutani, areal KHDTK ini termasuk dalam kelas hutan Hutan Alam Sekunder (HAS), meskipun sebenarnya vegetasi yang ada dan tumbuh di areal KHDTK Undip ini bukan merupakan permudaan alami namun merupakan hutan tanaman, dan bahkan di beberapa lokasi merupakan hutan vegetasi sejenis seumur seperti hutan tanaman jati, hutan tanaman melina, maupun hutan tanaman mahoni.

Kelas hutan pada lokasi KHDTK didominasi oleh kawasan perlindungan berupa tegakan hutan campuran dan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), serta Lapangan dengan Tujuan Istimewa (LDTI) berupa kuburan. Areal KHDTK Universitas Diponegoro memiliki komposisi jenis, dan struktur tegakan yang cukup beragam. Berdasarkan fungsi kawasan hutan, hutan Penggaron berada pada Hutan Produksi Terbatas (HPT). Berikut ini adalah sebaran petak dan anak petak yang termasuk dalam areal KHDTK Undip Universitas Diponegoro menurut nomenklature yang digunakan Perhutani.

Sebaran Petak dan Anak Petak KHDTK Undip

No Anak Petak (AP) Luas (Ha) Kelas Hutan
1 1016a 0,4 LDTI (Kuburan)
2 1016b 39,6 Hutan Alam Sekunder (HAS)
3 1016c 0,3 LDTI (Kuburan)
4 1017c 48,6 Hutan Alam Sekunder (HAS)
5 1017d4 3,0 Kawasan Perlindungan Setempat (KPS)
6 1018c 5,3 Hutan Alam Sekunder (HAS)
7 1018d 2,5 Kawasan Perlindungan Setempat (KPS)

Peta Sebaran Petak dan Anak Petak KHDTK

Peta Sebaran Petak dan Anak Petak KHDTK Universitas Diponegoro

Berikut ini adalah sebaran untuk lokasi tegakan hutan dan vegetasi menunjang sebagai tutupan lahan di areal KHDTK Undip Universitas Diponegoro.

Petak 1016 yang masuk areal KHDTK Undip seluas 40,4 Ha, terdiri dari anak petak 1016a, 1016b, dan 1016c. Anak petak 1016a dan 1016c berada pada kelas hutan Lapangan dengan Tujuan Istimewa (LDTI) berupa kuburan. Sedangkan anak petak 1016b berada pada kelas hutan Hutan Alam Sekunder (HAS) dengan jenis tegakan berupa rimba campur kondisi baik dan merata. Pemanfaatan lahan pada petak 1016 ini didominasi oleh tegalan dengan vegetasi jarang dan kerapatan sedang. Topografi pada petak 1016 relatif landai dan agak curam, sehingga mudah untuk mencapai lokasi. Petak 1016 di bagian utara berbatasan langsung dengan Dukuh Kaligawe, yang warganya banyak terlibat dengan aktivitas di dalam kawasan hutan. Sedangkan di sebelah Selatan, berbatasan langsung dengan kawasan perlindungan setempat (KPS) Sungai Kaligede yang airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Petak 1017 yang termasuk areal KHDTK Undip seluas 51,7 Ha, terdiri dari anak petak 1017c dan 1017d. Anak petak 1017c seluas 48,7 ha dengan kelas hutan Hutan Alam Sekunder (HAS), sedangkan anak petak 1017d seluas 3 hektar dengan kelas hutan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Kondisi penutupan tegakan di areal KHDTK Undip khususnya Petak 1017 yang berupa hutan campur dengan vegetasi kerapatan sedang hingga tinggi. Kondisi vegetasi sedang terdapat pada bagian Utara Petak 1017, sedangkan semakin ke Timur, kerapatan vegetasi yang ada di Petak 1017 semakin tinggi. Khusus areal kiri-kanan Sungai Kaligede, sejak masih dikelola Perum Perhutani sudah dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar areal KHDTK khususnya masyarakat Dusun Kaligawe. Kelurahan Susukan, dan Dusun Kalilateng, Desa Mluweh sebagai lahan sawah tadah hujan. Pada bagian Timur Laut petak 1017 ini berbatasan langsung dengan Dukuh Kalilateng yang warganya banyak terlibat pembuatan sawah di dalam kawasan hutan.

Petak 1018 yang termasuk dalam areal KHDTK Undip seluas 7,9 Ha, terdiri dari anak petak 1018c dan 1018d. Anak petak 1018c berada pada kelas hutan Hutan Alam Sekunder (HAS) dengan jenis tanaman rimba campur dengan tutupan lahan sedang sampai rapat. Sedangkan anak petak 1018d berada pada kelas hutan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang berada di kiri kanan sungai Kaligede. Sungai tersebut digunakan untuk aktivitas masyarakat. Topografi pada petak 1018 relatif landai sehingga mudah mencapai lokasi. Untuk mencapai lokasi anak petak 1018, dapat melalui 2 alternatif yaitu dapat melewati petak 1017 dengan menyeberangi sungai Kaligede atau melalui perbatasan dengan anak petak 1016b.