Keanekaragaman Hayati
Kawasan KHDTK Undip Hutan Penggaron dengan luas wilayah 99,65 ha terdiri dari tiga petak yaitu petak 1016, 1017 dan 1018. Masing-masing petak tersebut memiliki potensi keanekaragaman hayati yang berbeda. Bedasarkan data inventarisasi, terdapat 114 jenis vegetasi di areal KHDTK Undip yang terdiri atas vegetasi tumbuhan berkayu sebanyak 55 jenis dan tumbuhan non-kayu sebanyak 59 jenis. Sedangkan dari inventarisasi satwa ditemukan 42 jenis burung, 14 jenis herpetofauna, dan 7 jenis mamalia. Dari jenis-jenis burung yang ditemukan di KHDTK Undip, ada 5 jenis burung yang masuk kategori jenis burung yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, dan Permenlhk P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 jo P.92/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2018 jis P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, yaitu Bubut Jawa (Centropus nigrorufus), Elangular Bido (Spilornis cheela), Paok Pancawarna (Hydrornis guajanus), Takur Tohtor (Psilopogon armillaris), dan Tangkar cetrong (Crypsirina temia).
Hutan pada KHDTK ditemukan jenis burung eksotik yang seharusnya tidak ditemukan di habitat tersebut seperti tangkar cetrong (Crysirina temia) yang seharusnya ditemukan pada lokasi dengan ketinggian tempat 1.000 – 1.500 m dpl. Di areal KHDTK juga ditemukan jenis burung migran seperti layang-layang asia (Hirundo rustica). Ditemukannya satu burung layang-layang asia pada area KHDTK, padahal burung ini merupakan jenis yang berkoloni ketika melakukan migrasi. Hal ini mungkin terjadi karena kondisi habitat yang telah memenuhi kebutuhan dasar burung yaitu pakan, air, pelindung dan ruang. Jenis Herpetofauna atau kelompok hewan yang merangkak, seperti kelompok Amfibia dan Reptilia yang berada di KHDTK Undip semuanya tidak tercantum dalam Permen LHK P.106/2018 sebagai hewan yang dilindungi dan menurut IUCN semuanya memiliki status konservasi Least Concern, atau memiliki resiko rendah untuk menuju kepunahan. Jenis Mamalia yang terdapat di KHDTK seperti Kijang muncak (Muntiacus muntjak) tergolong dalam hewan yang dilindungi Permen LHK P.106/2018 dengan status konservasi IUCN Red List tergolong dalam Least Concern atau beresiko rendah. Hal ini juga terdapat pada 6 satwa mamalia lainnya yang ditemukan di KHDTK Undip yang berstatus Least Concern. Beberapa keanekaragaman hayati di KHDTK Undip dapat dilihat pada tabel di bawah.
Data Keanekaragaman Hayati
| Keanekaragaman Hayati | Jenis | Contoh |
|---|---|---|
| Flora | Kayu | Jambu mete, Jambu Mete, Mangga, Sirsak, Mulwa, Kenanga, Ginje, Lagaran, Sempur, Jenetri, Akasia, Asam Londo, Flamboyan, Gamal, Johar, Kaliandra, Kedawung, Lamtoro, Petai, Ploso, Secang, Sengon Jawa, Sengon Laut, Sonokeling, Trembesi, Trengguli, Turi, Alpukat, Randu, Senu, Siwil Kutil, Waru, Mahoni, Mindi, Awar-Awar, Uyah-Uyahan, Kluwih, Luwing, Nangka, Rojo Serut, Duwet, Jambu Air, Jambu Klutuk, Kayu Putih, Salam, Kersen, Wangon, Kopi Jawa, Ragen, Kesambi, Matoa, Kepuh, Jati, Gmelina |
| Non-Kayu | Sambiloto, Bayam Duri, Porang, Suweg, Talas, Rumput Keranjang, Bandotan, Ketul, Seruni Jalar, Songgolangit, Urang-Aring, Gadung, Kate Mas, Patikan Kebo, Putri Malu, Molokhia, Mazaceae, Senduduk, Pisang, Enceng Kebo, Glondrian, Krangking, Meniran Merah, Rumput Ekor Kucing, Rumput Gajah, Rumput Kembang Goyang, Rumput Rhodes, Pare-Parean, Rosaceae, Cempokak, Pecut Kuda, Tembelekan, Lempuyang, Kunyit | |
| Fauna | Burung | Cekakak Jawa, Cekakak Sungai, Blekok Sawah, Kekep Babi, Takur Tohtor, Cipoh Kacat, Cici Padi, Perkutut Jawa, Terkukur Biasa, Bubut Alang-Alang, Wiwik Kelabu, Cabai Bunga Api, Cabai Jawa, Srigunting Jambul-Rambut, Burung-Madu Sriganti, Ayam Hutan Hijau, Paok Pancawarna, Bondol Jawa, Bondol Peking, Cucak Kutilang, Cinenen Pisang, Perenjak Jawa, Perenjak Padi |
| Herpetofauna | Ular Tambang, Kodok Tegalan, Cicak Pohon, Kadal Rumput, Kongkang Kolam, Kadal Kebun, Kadal-Serasah Coklat, Biawak Air, Ular Viper Tanah | |
| Mamalia | Kijang Muncak, Bajing Kelapa, Kelelawar, Tikus Sawah, Tupai Kekes, Musang Rase dan Garangan Jawa |
Selain potensi keanekaragaman hayati flora dan fauna, potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang terdapat di areal KHDTK dan layak dikembangkan antara lain adalah potensi lebah madu alam, potensi bambu, potensi buah-buahan seperti pisang, dan potensi empon-empon (laos, kunyit, dan jahe). Untuk tanaman pisang, bahkan ditemukan di sebagian besar areal KHDTK, baik di lahan yang terbuka maupun ditanam dibawah tegakan pohon. Potensi olahan hutan lainnya adalah potensi madu yang pada musim-musim tertentu banyak masyarakat yang melakukan pencarian/perburuan madu. Selain potensi lebah madu, di areal KHDTK banyak ditemukan sarang semut ngrangrang yang diburu oleh sebagian masyarakat untuk diambil kroto sebagai makanan burung.